Slide 1 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 2 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 3 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 4 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 5 Title Here

Your Description Here..................................

Tampilkan postingan dengan label Bincang BIncang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bincang BIncang. Tampilkan semua postingan

HAKIKAT TRADING

Jumat, Juni 27, 2014 | ,



Hai Trader,

Hakikat perdagangan forex bukanlah coba-coba atau tebak-tebakan, karena kita perlu memahami beberapa element penting seperti pergerakan pasar dan harga termasuk fundamental dan analisisnya dan tidak lupa faktor psikologis.
Sebagai pembanding para trader dapat menggunakan analisa fundamental dan teknikal masing-masing memiliki keunggulan yang dapat membantu trader mencapai tujuan, yaitu profit.

Ketika sedang trade forex perlu diperhatikan beberapa hal:


  1. Ketika sedang trade forex, harus kepala dingin dan tidak emosi. Contoh ketika ada masalah sebaiknya menenangkan diri terlebih dahulu setelah stabil barulah mulai trade. 
  2. Trade forex membutuhkan ruangan dan situasi yang kondusif, disarankan untuk tidak trade diruangan yang padat dengan orang, ini berkaitan dengan konsentrasi. 
  3. Jangan ada orang yang dapat mempengaruhi keputusan sendiri dalam melihat peluang, untuk menghindari penyesalan. 
  4. Jangan berpatokan pada pips, namun berpatokanlah pada nilai nominal, ini berguna supaya kita tidak serakah dalam trade. 
  5. Jangan terlalu berpatokan pada segala nasehat atau petunjuk buta dari situs-situs belajar forex, coba temukan teori dan cara sendiri sebagai pembanding. 
  6.  Indikator-indikator forex adalah "alat pembantu" bukan "penentu", sehingga merupakan kewajiban trader sendiri untuk menemukan peluang yang diyakini, setiap trader memiliki teknik dan style sendiri. 
  7. Hati-hati menggunakan mesin trade, disarankan untuk menggunakan yang legal dan resmi.


Dalam trading dibutuhkan daya analisa yang baik dan konstan sehingga menghasilkan profit dan kita juga perlu memiliki "money management" yang baik untuk mengatur proporsi loss - profit.
Ketika seseorang memutuskan untuk menginvestasikan dananya dalam perdagangan forex, dianjurkan agar terlebih dahulu mencari tahu jenis, kelebihan dan kekurangan, termasuk resiko dari investasi itu. Ketidakjelasan dan ketidaktahuan akan berdampak kepada pola fikir negatif dan cenderung menjerumuskan.

Sebaiknya calon investor atau trader sendiri tidak tergiur dengan keuntungan yang berlimpah namun dengan upaya yang sama sekali minus. Kita harus menyadari hasil sempurna tidak ada tercapai jika kita sendiri tidak belajar dan tidak melakukan prosesnya. Ketika gagal jangan salahkan instrument investasinya, tapi cobalah tanya apakah kita memang cocok dan berkompeten dalam perdagangan forex.
Terjun ke dunia forex hanya berbekal ingin tahu, nekat, dan belajar otodidak. Dari buku… dan sebagainya, hasilnya… AMBLASS.
Penasaran… kok bisa kalah ya… awal trading, satu minggu trading untung 100%, jantung berdebar-debar, harga ke seret-seret, hampir mencium margin merah,… eh balik lagi malah profit..
Berulang kali, tapi ternyata itu semua hanya keberuntungan seorang pemula trader forex, ujung ujungnya
ya… Amblas Lagi…
Amblas lagi,…

Akhirnya mengikuti pelatihan pelatihan workshop dari berbagai Master Trader Forex, baik pelatihan workshop di hotel selama 3 hari, di gedung-gedung broker, dan di mana saja. Baik Master Trader Forex dalam negeri maupun Luar Negeri. Karena seringnya pelatihan dan mencoba, dapat wawasan deh.. ternyata ada Master Trader Forex sejati ada juga yang Gadungan Ya…!!

Memang semua itu harus dibayar untuk menemukan benang merah Trading Forex secara benar, sehingga memperoleh kemapanan profit.

Mulai dari Dow Theory, Channel, Fibonacci, Chart Pattern,  Candlestick Pattern sampai analisa tekhnikal, trend, oscilator, volume, Bill William, Fibonacci sampai Gann…. dipelajari.
Ilmu sudah banyak yang dipelajari.. Tapi  pada saat trading mental gak siap…
Ilmu itu gak ke pake… percaya deh… tetap aja gak bisa menentukan arah market secara benar.. yang menentukan bukan ilmu lagi tapi emosi. Bayangkan trading dengan emosi dan pengharapan…. wah hancur deh modal…

Mulailah mendalami Manajemen Resiko dan Psikologi Trading.
 Wah ternyata kuncinya ada disini…
Bagi anda yang sering membeli indicator signal dan template serta robot- robot EA dengan janji muluk – muluk namun kenyataan hasilnya NOL besar, anda gak sendirian, karena saya juga pernah ikut-ikutan.  Banyak sekali signal yang repaint dan signal indikator yang  basi dan tidak akurat… Sayapun Alami, awal dari pencarian menemukan kunci rahasia trading yang benar…

Mau percaya boleh… Gak percaya juga gak apa apa,… Banyak Strategy trading dengan indikator yang ditawarkan melalui berbagai promosi di Internet dengan harga mahal banyak juga lo yang  sampah… Saya ngak mau mengatakan mana yang baik atau yang buruk. Apa yang anda niatkan untuk beli.. pasti saya sudah punya…. sudah dicoba juga.. kalau ternyata hasilnya culun… ya.. buat koleksi aja…

Apalagi trading pakai robot,… dan tradingnya pasrah total 100% sama si  robot  EA…. weeeeh…. saya sudah alami juga… hasilnya… hiiii sereem.. coba sendiri aja deh… kalau kecebur kan paling saya cuma katakan…
Apa Gue Bilang…

Trading pake robot sah sah aja… boleh… asal anda juga yang harus kendalikan robot tersebut. Kapan robot tersebut dilepas untuk cari Pip dan kapan robot tersebut masuk kandang… sebab kalau dia nyari Pip pada saat yang salah maka modal anda malah di makan market…

Lo kalau begitu gimana dong… caranya…  Ya Belajar… dong.. kalau mau trading pake robot yang benar dan dikendalikan secara benar.. agar meminimalkan resiko dan memaksimalkan profit.
Akhirnya.. Untuk Menjadi Proffesional di Dunia Trading Memang Ada Harga Yang Harus Dibayar…

Pengorbanan Uang, Waktu, Tenaga, Pikiran, Mental Dsbnya… Namun karena Trading dan Belajar Trading Sudah menjadi hobi saya… Maka saya menikmati dunia trading…

Hakikat Trading ternyata sama dengan kehidupan kita…. Siapa Yang Mampu Mengalahkan Dirinya Dia Mampu Mengalahkan Market… he..he..he.. sok filosofis ya…

Trading bukan sekedar menang atau kalah, Profit atau Rugi karena keduanya harus kita terima dalam trading.. anda tidak mungkin menerima Profit kalau tidak pernah mau menerima Loss….

Trading hanyalah sebuah Ratio antara.. Risk & Reward…. Semakin anda mampu meminimalkan Resiko dan memaksimalkan Profit. Anda semakin pandai Trading….

Tips sederhana Trading adalah… Jadikanlah Trend Sebagai Teman Anda… Jangan Pernah Anda Lawan… Bersabarlah Dalam Trading… karena Trading juga seperti berburu… Jangan mengejar ngejar buruan… biarkan buruan mendekat, sedekat mungkin dengan posisi anda lalu bidiklah… maka kemungkinan besar anda mendapatkan buruan anda.

Kenalilah Karakter Market… Jangan pernah berasumsi dalam trading… bersikaplah netral… sehingga anda mampu bertindak dalam setiap perubahan yang tak sesuai dengan prediksi anda,….


Salam Sukses…
Salam Trading For Living…

UNIFA

Read More

Penyakit Trader

Selasa, Mei 27, 2014 |

Menurut saya setidaknya ada dua penyakit yang sangat mengganggu para trader yaitu:

Self confidence (kepercayaan diri) dalam taraf yang benar memang mutlak diperlukan bagi seorang trader. Trader yang gak punya rasa percaya diri, menurut saya bukan trader sejati namanya. coba saja bayangkan kita cuma trading dengan mengandalkan misalnya hasil analisis orang lain? Wah, gak banged lah! Trader yang model begini bikin kesel juga ngeliatnya. Trader yang gak punya rasa percaya diri biasanya cuma melakukan OP berdasarkan ilmu "ngikut-ngikut" dan kalo ternyata yang diikutin itu salah, dia akan merasa bebas buat menyalahkan orang lain. Yang begini ya jelas-jelas gak bener lah! Tapi, kalo ditarik ke ekstrem yang berlawanan juga gak bagus hasilnya.

Over self confidence bikin trader jadi terlalu berani untuk melakukan open position, bahkan di saat analisis yang dilakukannya terkadang gak sesuai dengan kondisi market. Dengan berbekal keyakinan yang terlalu tinggi, biasanya trader yang terkena penyakit ini akan terus main hantam sesuai keyakinan dia, meskipun akibatnya terkadang "koleksi" floating negatif.

Pada saat saya terjangkit penyakit ini, saya cenderung main hantam melakukan OP dengan arah yang terkadang berlawanan dengan trend, dengan keyakinan penuh trend nantinya akhirnya akan berbalik sesuai dengan keyakinan saya. Yah, iya sih… akhirnya trend selaras juga dengan keyakinan dan posisi yang telah saya ambil, cuma sayangnya, dalam kasus saya waktu itu, margin sudah gak kuat nahan koleksi floating saya. Akhirnya, ya itu lah, MC dengan perlahan tapi pasti. Ok lah… mungkin anda berpendapat, kalo seandainya saya ketat dalam margin management, tentunya MC gak akan terjadi. Iya memang benar sih, tapi saya merasa kalo penyakit over self confidence sayalah yang menjadi penyebab dasar sehingga saya bahkan berani nyerempet-nyerempet resiko menggunakan margin yang berlebihan dan akhirnya bikin margin management jadi amburadul.

Nah, repotnya lagi, kalo penyakit over self confidence ini berjangkit, maka biasanya diikuti dengan penyakit yang berikutnya, over trade. Kalo keyakinan sudah terlalu berlebihan, maka melakukan OP menjadi terlalu enteng. Salah meletakkan sell limit, masih lagi bikin sell limit lagi. Kalo ternyata masih salah lagi.. masih aja gemes bikin order lagi. Susah untuk kembali menahan diri untuk membuktikan bahwa hasil analisis kita bener.

Wah, pokoknya kalo yang namanya "gemes" udah masuk saat pengambilan keputusan dalam trading, itu berarti kondisi psikologis sudah "red alert" tuh! Sekarang, belajar dari pengalaman yang mayan menyakitkan, setiap kali timbul rasa gemes OP ini, saya justru berusaha menahan diri. Seringnya OP yang dilakukan atas dasar gemes ini sebenernya memang secara rasional tidak perlu dilakukan.

Aspek psikologis dalam trading mau gak mau memang diakui sangat besar pengaruhnya. Itulah salah satu sebab, mengapa banyak trader yang meskipun punya kemampuan technical yang tinggi, masih saja sering ketemu dengan MC. Bisa jadi, dengan kemampuan teknis yang tinggi justru membuat trader tersebut terjangkit penyakit over self confidence tadi, yang ujung-ujungnya jadi komplikasi dengan over trade juga. Yah.. kalo anda berniat menjadi trader, sebaiknya anda mempersiapkan mental seorang trader sejati yang penuh percaya diri, tetapi tidak terjebak menjadi "terlalu" percaya diri. Susah gak sih? Mmm… yah… dicoba aja sendiri deh.

Ok, Salam profit selalu
Read More