Slide 1 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 2 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 3 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 4 Title Here

Your Description Here..................................

Slide 5 Title Here

Your Description Here..................................

Tampilkan postingan dengan label Tokoh Forex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Forex. Tampilkan semua postingan

William Eckhardt

Rabu, Mei 28, 2014 |

Bisakah konsep matematika yang serba pasti diterapkan dalam trading yang serba tidak pasti? Tentu saja bisa, dengan analisa probabilitas dan statistik. Itulah konsep yang digunakan oleh William (Bill) Eckhardt, trader komoditi dan futures serta salah satu fund manager terkemuka Amerika Serikat. Tetapi, “analisa dengan cara ini mudah terjebak dalam kesimpulan statistik yang dangkal. Jika Anda tidak memiliki dasar pengetahuan pasar yang mendalam dan pengertian filosofi statistik, maka Anda akan banyak menemui masalah.” katanya.
                                                                      
Mengapa Bill Eckhardt menggunakan cara tersebut? Karena ia memang pakar matematika dan pernah menempuh program doctor di University of Chicago dalam bidang logika matematika. Eckhardt memang tidak pernah meraih gelar PhD karena ia drop-out dan lebih tertarik pada trading. Meski demikian ia tetap belajar matematika dan menulis beberapa artikel, antara lain "Probability Theory and the Doomsday Argument" yang dipublish di jurnal filosofi Mind pada tahun 1993, serta "Causal time asymmetry" yang dipublish pada jurnal Studies In History and Philosophy of Modern Physics pada tahun 2006.
Bill Eckhardt mulai trading tahun 1974 mengikuti langkah teman sekolahnya yang kemudian juga seorang trader handal, Richard Dennis. Seperti diketahui Richard Dennis adalah pendiri kursus trading on-line Turtle Trader. Eckhardt dan Dennis sama-sama trading komoditi di Mid-America Exchange dimana mereka bereksperimen dengan analisa teknikal untuk menciptakan berbagai sistem trading. Salah satu sistemnya yang terkenal adalah turtle trading systems, atau sistem trading ala kura-kura. Entah apa maksud nama itu namun sistem tersebut mengacu ke trend following trading atau trading dengan hanya mengikuti arah trend. Banyak trader terkenal kemudian menggunakan sistem ini, terutama yang masuk dalam jajaran “Top Traders of 2010” versi majalah Futures.

Selain masih melakukan riset untuk turtle trading experiment bersama Richaerd Dennis, Eckhardt juga sibuk mengelola perusahaan investasinya dengan label Eckhardt Trading Company (ETC) yang didirikannya pada tahun 1991. Klien-nya terdiri dari perusahaan swasta, institusi keuangan dan individu, dengan total dana yang dikelola lebih dari USD 1 milyard. Kenapa riset? “Anda harus selalu memperbaiki cara trading Anda dari waktu ke waktu, pasar terus berubah, cara trading tidak bisa sama, untuk itu Anda harus melakukan riset. Tidak ada pilihan lain, atau Anda akan tertinggal. Anda bisa kreatif ketika melakukan riset, tetapi jangan kreatif ketika trading. Selalu ikuti sistem yang telah Anda buat.” kata Eckhardt yang pernah kalah taruhan dengan Richard Dennis mengenai apakah trading bisa diajarkan itu.

Beberapa tahun lalu Richard Dennis mengatakan bahwa melihat kondisi pasar sekarang, trend following systems semakin sulit untuk diterapkan, apakah Anda setuju?
“Secara umum saya setuju. Itulah yang saya katakan Anda harus selalu memperbaiki cara trading. Jika sudah ada kemajuan, Anda harus percaya diri bahwa cara trading yang sekarang memang bisa diandalkan. Tetapi dalam trading biasanya jauh lebih mudah untuk belajar apa yang harus Anda lakukan daripada melakukannya.”

Hasil wawancara dengan Futures Magazine
Read More

Benjamin Graham

Senin, Maret 17, 2014 |

Lahir : 8 Mei 1894
Wafat : 21 September 1976 (umur 82 tahun)
Pendidikan terakhir : Columbia Business School
Karir terakhir : Finance Investment
Almamater : Columbia University
Murid-murid terbaik : Jean-Marie Eveillard,Warren Buffett,William J. Ruane,Irving Kahn,Hani M. Anklis,Walter J. Schloss
Kontribusi dalam penulisan buku :Security Analysis (1934) & The Intelligent Investor (1949)

Benjamin Graham (8 Mei 1894 - September 21, 1976) telah dianggap sebagai seorang ekonom Amerika dan investor profesional. Graham dianggap sebagai pendukung pertama teori Nilai investasi atau Value Investment,yang juga adalah teori pendekatan investasi saat ia mulai mengajar di Columbia Business School pada tahun 1928 dan teori Nilai investasi tersebut kemudian disempurnakan dengan David Dodd melalui berbagai edisi buku terkenal mereka yang disebut Security Analysis. Murid-murid Benjamin Graham yang memakai teori nilai Investasi adalah Jean-Marie Eveillard, Warren Buffett, William J. Ruane, Irving Kahn, Hani M. Anklis, dan Walter J. Schloss. Buffett, yang adalah murid kesayangan Graham karena intelektualnya. Buffet menganggap Graham sebagai orang yang paling berpengaruh kedua dalam hidupnya setelah ayahnya sendiri karena Graham telah dengan sangat gamblang mengajarkan Buffet tentang landangan kerangka investasi. Graham juga menginspirasi murid lainnya yaitu Kahn.

Kehidupan awal

Benjamin Graham adalah anak dari Benjamin Grossbaum. Graham dilahirkan di London. Dia pindah ke New York City dengan keluarganya, ketika dia berusia satu tahun. Setelah kematian ayahnya dan mengalami penghinaan kemiskinan, ia menjadi murid yang baik, lulus dari Columbia, dan mendapat penghargaan sebagai murid terbaik dikelasnya pada usia 20 tahun. Ia sempat bekerja sebagai guru privat bahasa Inggris, Matematika, dan Filsafat, dan terakhir ia bekerja di Wall Street dan mendirikan Kemitraan Graham-Newman atau Graham-Newman Partnership.

Buku Security Analysis atau Analisis Keamanan, yang diterbitkan bersama David Dodd, diterbitkan pada tahun 1934 dan telah dianggap sebagai kitab suci bagi investor dizamannya dan saat ini. The Intelligent Investor diterbitkan pada tahun 1949 (revisi ke-4, dengan Jason Zweig, 2003),juga menjadi best seller pada saat itu.Warren Buffett menggambarkan Intelligent Investor sebagai "buku terbaik tentang investasi yang pernah ditulis oleh Graham.

Buku Security Analysis mengajarkan pada kita tentang perbedaan mendasar antara investasi dan spekulasi yang banyak menyentuh pikiran dari peserta pasar saham kala itu. Di buku Security Analysis, Graham mengusulkan definisi yang jelas tentang investasi yang berbeda dengan spekulasi. Bunyinya, "Sebuah kegiatan investasi adalah sebuah analisis mendalam yang menjanjikan keselamatan pokok dan tingkat pengembalian yang memadai. Operasi atau kegiatan yang tidak memenuhi persyaratan ini disebut spekulasi.

Graham menulis bahwa pemilik saham ekuitas harus menganggap diri mereka adalah pemilik bisnis. Dengan perspektif dalam pikiran, pemilik saham tidak perlu terlalu khawatir dengan fluktuasi harga saham yang tidak menentu, karena dalam jangka pendek, pasar saham berperilaku seperti mesin suara, tetapi dalam jangka panjang, harga saham akan serupa dengan mesin berat (yaitu perusahaan dengan nilai sebenarnya akan tercermin dalam harga sahamnya). Graham membedakan antara investor pasif dan aktif. Investor pasif, sering disebut sebagai investor defensif, berinvestasi dengan hati-hati, mencari nilai saham, dan membeli untuk jangka panjang. Investor aktif, di sisi lain, adalah orang yang memiliki lebih banyak waktu,juga mencari bunga dari investasi tersebut dan mungkin lebih khusus untuk mencari saham blue chip atau yang saat itu dikenal sebagai saham referensi atau rujukan Graham. Direkomendasikan bahwa investor sebaiknya menghabiskan waktu dan usaha untuk menganalisis keadaan keuangan perusahaan. Ketika sebuah perusahaan tersedia di pasar mempunyai harga rendah, mempuyai nilai jangka panjang yang bagus, adalah saham yang membuatnya cocok untuk dijadikan investasi.

Graham menulis investasi yang paling cerdas saat itu dan sangat praktis, sebuah pernyataan yang dianggap Warren Buffett sebagai kata yang paling penting tentang investasi yang pernah ditulis. Graham mengatakan bahwa investor saham adalah tidak benar atau salah jika orang lain setuju atau tidak setuju dengan dia,jika analisa dia benar. Maksudnya adalah, seorang investor tidak perlu kuatir dengan pendapat orang banyak jika analisanya sudah tepat. Intelligent Investor hal. 524 (Edisi Revisi 2006) adalah alegori favorit Graham dimana Mr.Market adalah seorang "pria" yang muncul setiap hari di pintu menawarkan pemegang saham untuk membeli atau menjual saham dengan harga yang berbeda. Seringkali, harga yang dikutip oleh Mr.Market tampaknya masuk akal, tetapi sering konyol. Investor bisa setuju dengan dengan harga yang tertera di Mr.Market atau jika tidak setuju, bisa mengabaikannya. Mr Market tidak ada masalah sama sekali jika investor mengabaikannya, karena ia akan datang kembali esok hari untuk penawaran harga lain. Intinya adalah bahwa investor seharusnya tidak menganggap keinginan Mr Market sebagai sebuah keputusan mutlak yang harus diambil. Daripada mengalami kerugian, yang tidak usah menuruti Mr Market. Investor yang terbaik adalah investor yang berkonsentrasi pada kehidupan nyata mengenai kinerja perusahaan dan menerima dividen, daripada terlalu peduli dengan perilaku Mr Pasar yang sering tidak rasional.

Graham sangat kritis terhadap perusahaan pada zamannya yang memalsukan laporan keuangan yang nantinya bisa menipu mata para investor antara fakta atau rekayasa. Dia adalah pembela pembayaran dividen kepada pemegang saham dan bukan menahannya sebagai pos Laba ditahan atau Retained Earnings. Dia juga mengkritik orang-orang yang menyarankan bahwa beberapa jenis saham bagus untuk dibeli di harga manapun dengan spekulasi prospek pertumbuhan harga saham yang berkelanjutan, tanpa analisis yang baik terhadap kondisi aktual keuangan bisnis. Pengamatan ini masih sangat relevan hari ini.

Warisan
Dalam beberapa tahun terakhir,"Mr Market" nya Graham ditentang oleh teori Modern Portofolio (Modern Portofolio Theory) dalam buku yang ditulis William J. Bernstein yaitu The Intelligent Asset.Teori Portofolio Modern berpendapat bahwa umumnya tidak mungkin bagi setiap individu untuk mengecoh pasar, dan teori ini sebenarnya banyak diajarkan di sekolah bisnis Amerika dan Inggris. Namun demikian, pendekatan Graham tetap dipertahankan oleh sebagian besar orang pada saat ini. Memang, banyak studi akademis, membuat tulisan yang membela Graham dengan judul "penentang Investasi, Ekstrapolasi, dan Risiko", "Kabar baik bagi nilai saham: bukti lebih lanjut mengenai efisiensi pasar", "Bagian yang diharapkan oleh pemegang saham" ditulis untuk membuktikan bahwa nilai saham mengungguli pasar selama periode hampir semua multi-tahun.

Menurut Warren Buffett, Graham mengatakan bahwa dia ingin setiap hari untuk melakukan sesuatu yang bodoh, sesuatu yang kreatif, dan sesuatu yang murah hati atau kebajikan. Buffett mengatakan bahwa Graham adalah manusia paling unggul yang terakhir di zaman ini.

Kehidupan Pribadi
Graham digosipkan memiliki banyak urusan dengan wanita. Menurut Snowball (Warren Buffett's Biografi), dia punya affair dengan pacar almarhum putranya (Marie Louise Amingues) dan Graham sering mengadakan kunjungan ke Perancis untuk menemui Marie. Graham kemudian bercerai dari istrinya, Estey di New York, setelah dia menolak ide novelnya hidup di New York selama enam bulan dan Prancis selama enam bulan. Marie Louise puas untuk hidup dengan Ben yang kacau dan tanpa pernikahan. Faktanya, Ben tidak pernah resmi bercerai dengan Estey.
Read More